Santo Petrus Sang Pemungut Pajak (Abad ke-6)
"Santo Petrus, yang berasal dari pangkat bangsawan (patrician), ditunjuk oleh Kaisar Justinian (527-65) untuk mengelola provinsi Romawi di Afrika. Keras dan tanpa sedikit pun belas kasih, ia dikenal secara universal sebagai 'Si Kikir'. Suatu hari seorang pengemis memintanya dengan sangat gigih untuk mendapatkan sedekah, maka ia mengambil salah satu roti hangat yang baru saja dibawa oleh pelayannya dan melemparkannya seperti batu ke arah kepalanya. Pengemis itu mengambilnya dengan gembira dan pergi. Dua hari kemudian Petrus tiba-tiba jatuh sakit demam dan melihat dirinya muncul di Penghakiman Terakhir untuk memberikan pertanggungjawaban atas semua perbuatannya. Sepasang timbangan dibawa ke hadapannya dan makhluk-makhluk berkulit gelap menempatkan semua tindakan jahatnya di piring sebelah kiri, sementara malaikat-malaikat terang berdiri di sebelah kanan, dalam kecemasan karena tidak memiliki satu pun perbuatan baik untuk diletakkan di sisi sebelah kanan kecuali roti yang telah ia lemparkan dalam kemarahan kepada pengemis itu. Petrus kemudian terbangun dengan terkejut dan, melupakan penyakitnya, bergegas memberikan semua barangnya kepada yang membutuhkan, bahkan pakaiannya. Setelah itu dalam sebuah mimpi, ia melihat Kristus mengenakan pakaian yang telah ia berikan, sehingga ia memutuskan untuk tidak berhenti di situ saja tetapi menjual dirinya sendiri sebagai budak kepada seorang tukang emas untuk memberikan sedekah dari harga yang dibayarkan untuknya. Beberapa waktu kemudian, karena takut identitasnya terungkap, ia melarikan diri ke Yerusalem dan dari sana ke Konstantinopel, di mana ia menyerahkan jiwanya dalam damai kepada Tuhan di rumah lamanya." (Synaxarion).
Sumber dari cerita ini adalah Longer Life of St John the Merciful (12 November).
Semoga syafaat dari para kudus hari ini menguatkan perjalananmu menuju Kristus.
---
Marchell Evangelistic Ministries
Komentar
Posting Komentar