Santo Ammonas dari Mesir, Murid Santo Antonius Agung (350)
"Santo Ammonas adalah seorang murid dari Santo Antonius Agung dan menjadi penerusnya sebagai pemimpin para pertapa di gunung luar Pispir, setelah menghabiskan empat belas tahun di Sketis dalam doa yang tanpa henti kepada Tuhan agar dikaruniai kemenangan atas kemarahan. Beliau kemudian ditahbiskan menjadi uskup, kemungkinan oleh Santo Athanasius Agung. Beliau memiliki ketenangan batin (impassibility) sedemikian rupa sehingga seolah-olah tidak mengetahui keberadaan kejahatan, dan tidak mampu menghakimi siapa pun.
"Suatu hari beberapa orang datang memintanya untuk menyelesaikan perselisihan di antara mereka. Sang Santo menanggapi dengan berpura-pura gila, dan menjawab seorang wanita yang memperlakukannya sebagai orang gila: 'Kamu tidak menyadari betapa banyak kesulitan yang telah kuberikan pada diriku sendiri di gurun untuk memperoleh kegilaan ini dan aku telah kehilangannya hari ini karena kamu!'. Pada kesempatan lain ketika beliau dibawa untuk mengunjungi seorang saudara dengan reputasi buruk, beliau duduk di atas tong tempat selir [saudara yang bersalah tersebut] bersembunyi sementara para penuduhnya menggeledah selnya dengan sia-sia. Kemudian, saat berpamitan dengan pria malang itu, beliau hanya berkata: 'Saudaraku, berhati-hatilah dengan dirimu sendiri!'.
"Ketika beliau ditanya tindakan ascesis (penyangkalan diri) mana yang paling menyenangkan bagi Allah, beliau menjawab: 'Cukup duduk di selmu dan makanlah sedikit setiap hari, selalu simpanlah doa si Pemungut Cukai dalam hatimu (Lukas 18:13), maka kamu dapat diselamatkan'. Beliau juga mengatakan bahwa rasa takut akan Allah melahirkan rintihan dan air mata dan hal-hal ini menyebabkan sukacita timbul dalam jiwa, mengisinya dengan kekuatan ilahi untuk melakukan apa yang menyenangkan bagi Allah, dan bahwa kuasa dari tempat tinggi ini menetapkan kita dalam persekutuan dengan para Malaikat. Dibawa naik sedemikian rupa dari ketinggian ke ketinggian saat kita berdoa dengan rendah hati untuk dibebaskan dari dosa, kita akan (kata beliau) menerima dengan sendirinya, wahyu tentang misteri-misteri Allah." (Synaxarion).
Semoga syafaat dari para kudus hari ini menguatkan perjalananmu menuju Kristus.
---
Marchell Evangelistic Ministries
Komentar
Posting Komentar