Saint Nina, Setara Dengan Para Rasul Dan Pencerah Georgia (335)
Ia dipanggil "Nino" dalam banyak catatan. Perawan suci ini adalah seorang asal Kapadokia, putri tunggal dari Zabullon, kerabat dari Martir Agung George. Ia ditangkap dan diperbudak oleh orang-orang Iberia (kemudian disebut orang Georgia) dan dibawa pergi ke tanah air mereka. Dalam penawanan, ia menjalani kehidupan yang bersahaja dan saleh, mengabdikan setiap waktu luangnya siang dan malam untuk berdoa. Kebajikannya yang luar biasa menarik perhatian banyak orang, terutama mereka yang lapar akan Kebenaran, dan ia dengan sederhana serta berani mewartakan Injil kepada semua orang yang bertanya kepadanya.
Suatu ketika ia menyembuhkan anak seorang wanita yang sakit melalui doa-doanya, dan laporan tentang keajaiban ini sampai ke telinga Ratu Georgia, yang dirinya sendiri sedang menderita penyakit yang tidak tersembuhkan. Sang Ratu meminta budak itu untuk datang kepadanya, tetapi Nina menolak karena kerendahhatiannya, sehingga Ratu menyuruh pelayan-pelayannya membawa sang Ratu ke tempat tinggal Nina. Orang kudus itu berdoa dan sang Ratu seketika sembuh. Kembali ke rumah dengan penuh sukacita, sang Ratu memuji Nina dan imannya kepada Raja, yang namanya adalah Mirian. Raja tidak menghiraukannya, tetapi kemudian, saat sedang berburu, ia tiba-tiba tertutup oleh awan gelap, sehingga ia tersesat dan diliputi ketakutan. Mengingat laporan istrinya, ia berdoa "kepada Tuhan yang disembah Nina," dan bersumpah bahwa jika ia diselamatkan, ia akan menyembah Dia saja. Seketika awan itu lenyap dan Raja menerima cahaya iman. Bergegas pulang, ia menemukan Nina dan, meskipun ia seorang Raja, ia merebahkan diri di kaki budak itu dan mengatakan kepadanya bahwa ia telah memutuskan bahwa ia dan seluruh bangsanya harus dibaptis. Ia mengirim utusan kepada Konstantinus Agung, yang dengan cepat mengirimkan uskup-uskup dan imam-imam ke kerajaan barbar tersebut.
Ketika pertobatan negara itu sedang berlangsung dengan baik, Nina, meskipun sekarang telah bebas, bertekad untuk tetap tinggal di Georgia, di mana ia mengasingkan diri ke padang gurun dan berdoa dengan sungguh-sungguh agar orang-orang diteguhkan dalam iman Kristus. Saint Nina beristirahat dalam damai, dikelilingi oleh Raja, istananya, dan para klerus. Demikianlah seorang budak wanita yang tidak berdaya, dengan kuasa Tuhan, menobatkan seluruh bangsa.
Semoga syafaat dari para kudus hari ini menguatkan perjalananmu menuju Kristus.
---
Marchell Evangelistic Ministries
Komentar
Posting Komentar