Pemindahan Relikui (437) Santo Yohanes Krisostomus
Pada tahun setelah wafatnya Sang Santo, baik Kaisar Arcadius maupun istrinya Eudoxia, yang paling bertanggung jawab atas pengasingan Santo Yohanes, meninggal dunia. Putra mereka, Theodosius II, naik takhta. Segera sebagian besar pendukung Santo Yohanes yang diasingkan dipulihkan kembali ke jabatan mereka. Pada tahun 434, Santo Proclus, seorang murid Santo Yohanes Krisostomus, diangkat menjadi Arkhiepiskop Konstantinopel, dan membujuk Kaisar untuk memindahkan relikui Santo Yohanes secara khidmat dari Comana ke Konstantinopel. Tetapi semua upaya untuk menggali jenazahnya gagal, seolah-olah peti matinya tersegel di dalam tanah. Mengetahui hal ini, Kaisar menulis sepucuk surat kepada Santo Yohanes meminta pengampunan atas penganiayaan ayahnya, dan memohon kepadanya untuk setuju kembali ke Kota Kekaisaran demi kepentingan umat beriman. Segera setelah surat ini diletakkan di atas makam Sang Santo, peti matinya dapat diangkat tanpa kesulitan dan diangkut dengan khidmat ke Konstantinopel.
Ketika rombongan tersebut sampai di Konstantinopel, Kaisar menyambutnya dan bersujud di hadapannya, sekali lagi memohon pengampunan Sang Santo atas dosa-dosa Negara terhadapnya. Akhirnya, relikui tersebut disemayamkan di bawah altar Gereja Para Rasul Suci, di mana relikui itu mengerjakan banyak mukjizat selama perayaan Liturgi. Sejak saat itu, relikui tersebut telah tersebar ke seluruh dunia, di mana mereka tidak pernah gagal mengungkapkan kehadiran kasih Sang Santo.
Semoga syafaat dari para kudus hari ini menguatkan perjalananmu menuju Kristus.
---
Marchell Evangelistic Ministries
Komentar
Posting Komentar