Ibu Suci Kami Paula dari Roma (404)
Beliau lahir pada tahun 347 dari keluarga bangsawan di Roma, dan pada usia enam belas tahun menikah dengan Toxotius, seorang bangsawan terkemuka. Meskipun suaminya adalah seorang pagan, ia setia kepada Paula dan memberinya kebebasan untuk menjaga rumah tangga Kristen dan membesarkan anak-anak mereka sebagai orang Kristen. Mereka diberkati dengan lima orang anak. Ketika beliau berusia tiga puluh dua tahun, suaminya meninggal mendadak, dan Paula memutuskan untuk mengubah rumah besarnya di Roma menjadi sebuah biara. Kemudian beliau melakukan perjalanan ke Tanah Suci bersama bapa spiritualnya, Santo Jerome (15 Juni). Di Bethlehem beliau mendirikan dua biara, satu untuk wanita (di mana beliau tinggal) dan satu untuk Santo Jerome dan rekan-rekannya. Setiap hari para biarawati menyanyikan seluruh Mazmur, yang wajib mereka hafal di luar kepala.
Paula sangat keras dalam puasanya dan berlimpah dalam pemberian sedekahnya, sering kali memberikan kepada orang miskin bahkan barang-barang yang dibutuhkan oleh komunitasnya untuk bertahan hidup. Beliau membantu bapa spiritual dan saudaranya, Jerome, dalam kontroversi-kontroversinya dengan para pengikut Origen: Santo Jerome sendiri adalah orang yang cepat marah, dan Santa Paula sering mendesaknya untuk menghadapi musuh-musuhnya dengan kesabaran dan kerendahhatian.
Ketika beliau berusia lima puluh enam tahun, beliau merasa kematiannya mendekat, dan mendengar Kristus berkata kepadanya, "Bangunlah, manisku, jelitaku, marilah! Karena lihat, musim dingin telah lewat, hujan telah berhenti dan sudah lalu" (Kidung Agung 2:10-11). Terhadap hal ini beliau menjawab, "Waktu panen telah tiba. Aku akan benar-benar melihat hal-hal baik dari Tuhan di negeri orang-orang yang hidup," dan menyerahkan jiwanya dengan sukacita. Pemakamannya dihadiri oleh kerumunan biarawan, biarawati, dan orang-orang miskin, yang semuanya memuliakannya sebagai ibu dan dermawan mereka.
Semoga syafaat dari para kudus hari ini menguatkan perjalananmu menuju Kristus.
---
Marchell Evangelistic Ministries
Komentar
Posting Komentar