Beliau berasal dari Ancyra di Galatia, putra dari seorang ayah pagan dan seorang ibu Kristen bernama Euphrosyne. Ibunya bernubuat di tempat tidur kematiannya bahwa beliau akan menderita siksaan besar demi Kristus selama bertahun-tahun. Setelah kematian ibunya, beliau diadopsi dan dibesarkan oleh seorang wanita saleh bernama Sophia. Sejak usia dua belas tahun, beliau mulai berpuasa dan berdoa seperti para biarawan, sehingga beliau segera ditahbiskan menjadi diakon, dan menjadi Uskup Ancyra pada usia dua puluh tahun. Kesalehan dan semangatnya bagi iman menarik perhatian Gubernur Kekaisaran di wilayah tersebut, yang memerintahkan penangkapannya. Maka dimulailah masa dua puluh delapan tahun penderitaan Clement yang hampir terus-menerus demi Iman.
Ketika beliau berdiri teguh meskipun mengalami banyak siksaan, beliau dikirim kepada Kaisar Diocletian di Roma. Kaisar menunjukkan kepadanya sebuah meja yang di satu sisi tertata dengan bejana-bejana mahal, dan di sisi lain terhampar instrumen-instrumen penyiksaan, lalu memerintahkan Clement untuk menentukan pilihannya. Sang Santo menjawab: "Bejana-bejana berharga ini mengingatkan betapa jauh lebih mulianya hal-hal baik yang kekal di Paradoks; dan instrumen-instrumen penyiksaan ini mengingatkan saya akan hukuman kekal neraka yang menanti mereka yang menyangkal Tuhan".
Sang Santo disiksa dengan kejam, kemudian dipindahkan ke Nikomedia, di mana seorang pagan yang telah bertobat bernama Agathangelus ('malaikat baik') menjadi pendampingnya. Selama bertahun-tahun mereka menanggung siksaan yang tak terkatakan berselang-seling dengan pemenjaraan yang lama, tetapi tidak ada yang bisa menggerakkan mereka untuk menyangkal Iman Kristus yang berharga. Setelah dua puluh delapan tahun menderita, Agathangelus dipenggal; namun Clement sempat dibebaskan bersyarat secara singkat dan diizinkan untuk merayakan ibadah Teofani serta memberikan Komuni kudus kepada sesama umat Kristen. Beberapa hari kemudian, saat beliau kembali merayakan Liturgi Ilahi, beberapa tentara pagan menyerbu masuk ke dalam gereja dan memenggal kepalanya di depan altar.
Semoga syafaat dari para kudus hari ini menguatkan perjalananmu menuju Kristus.
---
Marchell Evangelistic Ministries
Komentar
Posting Komentar