Bapa Suci Kami Macedonian (sekitar 430)
Beliau hidup dalam asketisme di perbukitan liar di luar Antiokhia. Selama empat puluh lima tahun beliau tidak memiliki tenda atau rumah jenis apa pun, tetapi mengembara dari satu tempat ke tempat lain, tinggal di gua-gua atau di celah-celah bukit. Di masa tuanya, murid-muridnya akhirnya membujuknya untuk membangun sebuah gubuk kecil. Secara keseluruhan beliau menghabiskan tujuh puluh tahun hidup dalam ascesis (penyangkalan diri) sendirian.
Suatu ketika seorang pemburu bertemu dengan sang petapa tersebut dan bertanya kepadanya apa yang beliau lakukan di pegunungan. Sang Santo menjawab: "Sepertimu, aku datang ke gunung untuk berburu. Aku sedang berburu Tuhan, yang rindu aku lihat. Aku sangat berhasrat untuk menangkap-Nya dan tidak akan pernah lelah melakukan pengejaran yang luar biasa ini!".
Pernah rakyat Antiokhia memberontak dan merobohkan sepasang patung Kaisar Theodosius dan istrinya. Dua jenderal datang dari Konstantinopel, berencana untuk menjatuhkan hukuman berdarah kepada rakyat. Santo Macedonian, ketika mengetahui hal ini, datang ke kota dan mencari para jenderal tersebut, meminta mereka untuk menyampaikan pesan kepada Kaisar: bahwa beliau, sebagai manusia yang juga memiliki kelemahan seperti semua orang, tidak boleh marah secara berlebihan kepada sesama manusia; dan bahwa beliau tidak boleh, sebagai balasan atas penghancuran citra-citra yang tidak bernyawa, menghancurkan mereka yang merupakan citra Allah yang sejati.
Selama masa hidupnya, Santo Macedonian dianugerahi karunia wawasan spiritual dan pengerjaan mukjizat, yang melaluinya beliau mengerjakan banyak mukjizat penyembuhan bagi orang-orang di Antiokhia dan sekitarnya. Beliau wafat dalam damai sekitar tahun 430, dan dimakamkan dengan penuh hormat di Antiokhia.
Semoga syafaat dari para kudus hari ini menguatkan perjalananmu menuju Kristus.
---
Marchell Evangelistic Ministries
Komentar
Posting Komentar