Bapa Suci Kami Isaac si Orang Suriah, Uskup Niniwe (Abad ke-7)
Beliau lahir pada awal abad ketujuh di Timur. Tempat kelahirannya tidak jelas: Great Horologion mengatakan bahwa beliau lahir di Arabia timur (sekarang Qatar); Synaxarion mengatakan bahwa beliau lahir di Kurdistan. Selagi masih muda beliau memasuki Lavra St. Matius bersama saudaranya, tetapi setelah beberapa tahun menjalani kehidupan monastik, setelah maju jauh dalam ketaatan dan praktik doa, beliau mengundurkan diri ke gurun. Reputasi kekudusannya mencapai kota Niniwe, di mana penduduknya mendesak hierarki untuk menahbiskannya sebagai uskup mereka pada tahun 670. Dengan enggan tetapi taat, Santo Isaac menjalankan tugas sebagai gembala bagi kawanan dombanya di Niniwe. Setelah beberapa bulan, beliau dipanggil untuk menyelesaikan perselisihan antara dua orang beriman, tetapi mereka menolak nasihatnya dan berkata 'Jangan bawa-bawa Injilmu dalam masalah ini!'. Sang uskup suci berkata, 'Jika mereka tidak siap untuk menaati perintah Tuhan kita, apa perlunya mereka akan aku?', dan mengundurkan diri untuk hidup sebagai pertapa di pegunungan Kurdistan. Kemudian, beliau menetap di biara Raban Shapur, di mana beliau menulis Ascetical Homilies (Homili-homili Asketis) miliknya dan karya-karya permata lainnya tentang kehidupan spiritual. Di sana beliau wafat dalam damai.
Ketenaran Homili-homili Santo Isaac tersebar luas, dan sekitar seratus tahun setelah penulisannya, homili-homili tersebut diterjemahkan dari bahasa Suriah ke dalam bahasa Yunani oleh dua orang biarawan di Palestina. Dalam bentuk ini mereka tersebar ke seluruh dunia monastik, menjadi panduan yang sangat berharga bagi mereka yang mencari kepenuhan hidup doa. Synaxarion mengatakan, 'Buku Santo Isaac adalah, bersama dengan Ladder (Tangga) dari Santo Yohanes Klimakus, panduan yang sangat diperlukan bagi setiap jiwa Ortodoks untuk melakukan perjalanan dengan aman menuju Allah. Karenanya, belum lama berselang, seorang bapa spiritual suci, Jerome dari Egina (wafat 1966), menyarankan untuk mengemis, jika perlu, agar dapat membeli satu salinannya'. Kita diberkati karena memiliki terjemahan Ascetical Homilies yang baik dalam bahasa Inggris.
Santo Isaac adalah kasus yang sangat tidak biasa dari seorang Santo Ortodoks yang hidup di luar batas kanonik Gereja: beliau adalah seorang uskup dari persekutuan 'Nestorian', yang sekarang terkadang disebut 'Ortodoks Oriental'. Kemurnian iman Ortodoksnya sendiri terlihat sangat jelas dalam tulisan-tulisannya sehingga Gereja tetap mengakui kekudusannya.
Semoga syafaat dari para kudus hari ini menguatkan perjalananmu menuju Kristus.
---
Marchell Evangelistic Ministries
Komentar
Posting Komentar